Tahan!
Biarkan menggenang di mata sipitmu saja
jangan teteskan...
atau cerita ini tak akan pernah tamat
kau bukan penulis skenario
aku bukan seorang sutradara
pada episode yang tak pernah terencana
akon kita hanyalah kebetulan
kebetulan kau meniang di usang kisahmu yang lalu
kebetulan juga aku melumut di tembok kisahku dulu
nasib tragis memaksa kita mengampelas asmara tua yang mengarat
tapi roman tentang Romeo dan Juliet tak bisa kita rekonstruksi kembali
sebab kau bukan penulis skenario
dan aku bukan sutradara
entah siapa peninta dongeng yang kita perankan tanpa skrip
kau dan aku telah disutradarai waktu
adegan demi adegan adalah dialog ketidakpastian
Untuk aku, kau mengingkari mega
padahal kita samasama tahu deras atau pun gerimis
kau tetap hujan yang aku kenal karena gumpalannya
adegan demi adegan adalah dialog ketidakmungkinan
buatmu, aku rela menyangkal adanya kata-kata
padahal kita juga tahu
dalam bahasa apapupn
aku tetap sebaris kalimat yang kau hafal dari susunan kata
Keberadaan kita mungkinkah memiliki wujud
sementara kita hanya mampu mencipta ketiadaannya?
sudahlah!
jangan kau deraikan yang terlanjur menggenang
biarkan asmara tua yang pernah kita ampelas kembali berkarat
anggaplah itu sebagai rumah yang pernah kita singgahi saja
saat melaju di lintasan takdir dan akhir yang masih samar!
Biarkan aku menjadi rembulan meski hanya untuk mendekam dalam gerhana, izinkan aku menjadi gemnintang meski mendung selalu mengabutiku, atau relakan aku mengabjad sepi meski huruf-hurufku tak dapat terbaca, apapun itu aku hanya ingin tetap menjadi bagian dari malam dan kegelapannya...di sini, di belantara heningku...
Sabtu, 25 Desember 2010
Jumat, 17 Desember 2010
Aku masih perempuan yang selalu tunduk pada bualanmu!
Ini yang kau tulis untukku
entah kapan ,tapi telah aku terima :
Katakan padaku
apa yang belum sempat disabdakan pujangga?
atas indahmu
------------jika kelopak bibirmu
telah diwakilkan oleh rekah mawar
di sejuk puisiku, pagi tadi
------------jika tajam bening bola matamu
telah diwakilkan
korona sang surya
di ranggas puisiku, siang tadi
------------jika paras ayumu
telah diwakilkan jajar warna bianglala
di teduh puisiku, senja tadi
------------jika lembut suaramu
hidup di antara hening yang kularik, malam ini?
tak usah kau jawab tanyaku yang benar-benar basa-basi
karena tak ada yang mampu mewakili indahmu
yang lebih indah dari segala bentuk keterwakilan
hingga sajakku berlabuh untukmu
di dermaga kagum para pengeja kata.....
[ Dan setelah puisimu habis kubaca
aku akan lelap penuh rasa bangga
dengan segala pujian yang kau bariskan
karena aku masih perempuan
yang selalu tunduk pada bualan-bualanmu
meski bait-bait yang sama pernah kau sandingkan
untuk gadismu sebelum aku ]
entah kapan ,tapi telah aku terima :
Katakan padaku
apa yang belum sempat disabdakan pujangga?
atas indahmu
------------jika kelopak bibirmu
telah diwakilkan oleh rekah mawar
di sejuk puisiku, pagi tadi
------------jika tajam bening bola matamu
telah diwakilkan
korona sang surya
di ranggas puisiku, siang tadi
------------jika paras ayumu
telah diwakilkan jajar warna bianglala
di teduh puisiku, senja tadi
------------jika lembut suaramu
hidup di antara hening yang kularik, malam ini?
tak usah kau jawab tanyaku yang benar-benar basa-basi
karena tak ada yang mampu mewakili indahmu
yang lebih indah dari segala bentuk keterwakilan
hingga sajakku berlabuh untukmu
di dermaga kagum para pengeja kata.....
[ Dan setelah puisimu habis kubaca
aku akan lelap penuh rasa bangga
dengan segala pujian yang kau bariskan
karena aku masih perempuan
yang selalu tunduk pada bualan-bualanmu
meski bait-bait yang sama pernah kau sandingkan
untuk gadismu sebelum aku ]
Sabtu, 04 Desember 2010
Imbas dari tak impas
Aku menuang segelas resah
dan kau meneguk ikhlas
tanpa desah
ketika ku balas
dengan kelu kesah
pun kau tetap pasrah
Hidup cuma sementara
jangan buat diri sengsara
jika tak dibenahi segera
sukaku dukamu tiada setara
Bila hanya perih
yang ku beri
mungkinkah kasih
menjadi seri
sebab imbas
dari tak impas
hanya mampu gauli cemas
lenyap cinta menjadi lekas
walau mungkin ada bekas!
dan kau meneguk ikhlas
tanpa desah
ketika ku balas
dengan kelu kesah
pun kau tetap pasrah
Hidup cuma sementara
jangan buat diri sengsara
jika tak dibenahi segera
sukaku dukamu tiada setara
Bila hanya perih
yang ku beri
mungkinkah kasih
menjadi seri
sebab imbas
dari tak impas
hanya mampu gauli cemas
lenyap cinta menjadi lekas
walau mungkin ada bekas!
Rabu, 29 September 2010
Cinta Yang Aku Janjikan Untuk Suamiku
Kulihat rindu itu cuma untukmu
dan luas samudra tak mampu menampung birunya
ku tau cinta itu untukmu
dan baranya tak pernah padam oleh salju
yang membekukan peluh api sekalipun
dia telah menulis dengan darah dari setiap luka
yang kau goreskan,
berbaitbait kata maaf
dia selalu membukakan pintu dengan senyum
jika kau pergi
dan pulang meski dari pintu yang lain
dia mengumpat dengan doa keselamatan atasmu
setiap kali kau memakinya
namamu menjadi puisi indah
di tiap sujud terakhirnya
walau berharihari namanya kau selipkan
di antara banyak bunga
cobalah menghitung denyut nadinya
karena sebanyak hitungan itu pula
dia mengingatmu sepanjang hari
aku bahkan telah berteriak
"hei perempuan malang!! dia tak butuh cinta seperti itu''
dan dia menjawabku dengan lembut
''tapi di hadapan Tuhan,
cinta seperti inilah yang aku janjikan untuk suamiku''
diamku...kagum akan jawabnya...
dan luas samudra tak mampu menampung birunya
ku tau cinta itu untukmu
dan baranya tak pernah padam oleh salju
yang membekukan peluh api sekalipun
dia telah menulis dengan darah dari setiap luka
yang kau goreskan,
berbaitbait kata maaf
dia selalu membukakan pintu dengan senyum
jika kau pergi
dan pulang meski dari pintu yang lain
dia mengumpat dengan doa keselamatan atasmu
setiap kali kau memakinya
namamu menjadi puisi indah
di tiap sujud terakhirnya
walau berharihari namanya kau selipkan
di antara banyak bunga
cobalah menghitung denyut nadinya
karena sebanyak hitungan itu pula
dia mengingatmu sepanjang hari
aku bahkan telah berteriak
"hei perempuan malang!! dia tak butuh cinta seperti itu''
dan dia menjawabku dengan lembut
''tapi di hadapan Tuhan,
cinta seperti inilah yang aku janjikan untuk suamiku''
diamku...kagum akan jawabnya...
Langganan:
Postingan (Atom)