Tampilkan postingan dengan label Aku berpuisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aku berpuisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Agustus 2010

Entah Ini Puisi Atau Bukan

Entah ini puisi atau bukan...
aku hanya ingin menulis
tak peduli akan berujung di mana,
asal aku menulis

Entah ini puisi atau bukan...
untuk apa kupikirkan
masa bodoh nanti tentang apa
yang penting aku menulis

Entah ini puisi atau bukan...
aku ingin menulis saja
karena aku telah letih berpikir
tentang keadilan yang terbeli
tentang para penjilat negeri
tentang anjinganjing birokrasi yang korup
dan tentang pemerataan yang diperdebatkan
hanya demi menutupi ambisiambisi tuk berkuasa
1000 kali aku berpikir,
hasilnya hanya seperti sampah di hati dan otakku
tak ada yang berubah di negeri ini!
jika cuma aku yang berpikir!

Telah cukup aku berpikir
dan aku tetap orang bodoh yang tak berdaya bila sendiri

Entah ini puisi atau bukah...
biarkan saja aku menulis,
barangkali ada jiwajiwa acuh
akan tergugah karena tulisanku dan berkata,
''Mari kawan, kita samasama berjuang untuk tumpah darah ini"
ahh, smoga saja!

Kamis, 18 Februari 2010

Sajak-Sajak Malam

sajak-sajakku kembali bergema
tak lagi terasing diriak cahaya
mulai berdetak lagi tembangkan sunyi
yang bergelatungan di ranting-ranting malam

Mari ikut riuhkan pesta ini
kupinang aksara-aksaramu
temani abjadku yang makin menggila
kita paradekan kemenangan kita

sajak-sajakku kembali menggempita
ayolah ramaikan juga dengan puisi malammu
sebelum matahari kembali bertahta
sebelum embun merajuk pergi...

Sajak-sajakku kembali bersorak
bergurau manja di remang bulan!

hei..huruf-hurufmu masih membeku?
cairkan saja dengan inspirasi gelapku
malam ini saja..kita bahagia
sebab esok, cahaya mentari terlalu congkak
menyelendangkan silaunya
membunuh paksa imaji-imaji kita...

Kamis, 21 Januari 2010

Ajari Aku Berpuisi

Ajari aku berpuisi,
sampai kata-kataku mampu menembus nurani penguasa,
Membongkar kesombongan dan mencabik kemunafikan,
Sebab raga ini sudah sangat letih tuk' lakukan itu…

Ajari aku berpuisi,
Hingga kata-kataku sanggup menerobos nurani penguasa,
Memberi sedikit rasa iba dan kearifan di dinding kalbunya,
Sebab rakyat telah begitu lemah untuk ditindas!

Ajari aku berpuisi,
Karena aku pernah berkali-kali, coba berpuisi
Tapi kata-kataku cuma jadi gumam tanpa daya,
Aku tak bisa berpuisi,
atau penguasa yang tak punya nurani tuk' kugugah dengan puisi?
Tak perlu dijawab, cukup ajari aku berpuisi…!!!

Aku Berpuisi lagi

Aku berpuisi lagi,
Masih tetap berpuisi,
Walau anganku berkarat
Atau imajiku yang sekarat
Aku tak peduli,
Meski tak paham soal diksi
Si dungu ini akan terus berpuisi!

Tak ada yang mampu hentikan,
Hasrat liar penyair gelap ini,
Senggamahi kata demi kata-kata,
Lahirkan bait penuh makna

Andai semua pujangga
Menertawakan kebodohan ini,
Akan kupuisikan tawa itu
Menjadi teguran indah,
Penuh gairah yang kian membinal
Saat kusetubuhi kata demi kata
Lahirkan bait penuh makna

Aku suka berpuisi,
Meski tak paham soal diksi
Karena puisi adalah kebebasan…!!