Selasa, 06 April 2010

Harus Kuakui Kalau Aku Rindu

Kubaitkan lagi kata-kata
tapi bukan tentang malam
bukan pula gelap
kau tahu apa itu?

Sebuah rasa yang membiru
tentu saja rindu...
ini bukan datang tiba-tiba
telah ada sejak aku di sini

Takut aku mengakui
karena tak ingin disangka cengeng
tapi diam-diam meneteskan tirta bening
dan sudah pasti sembunyi-sembunyi

Aku mesti memantelkan ketegaran
pada jiwa yang rapuh ini
demi yakinkan dia untuk rela melepasku
sementara...

Akh..sementara yang kini hadirkan galau
apa kabarnya?
wajah itu telah mulai mengerutkah?
bibir itu pasti masih tetap basah oleh dzikir
Suaranya juga tetap lembut bila menegurku

Tidak!! aku harus mengakuinya sekarang
sebelum aku tak punya kata-kata lagi!

Mom I miss you
not just tonight
but since I'm in this city without you ...

When the time comes I'll go home
for you.. my beloved mother!

Jumat, 02 April 2010

Kenangan Bersama Senja

Senja....
sebelum malam memeluk asa
biarkan aku memasrah bersama cahayamu
yang kian redup
bersama sisa-sisa suka melerai gamang

Aku takkan hilang dalam bayangku
seperti kau yang nanti menghilang
terampas gelap

Tak terhitung berapa lama kujagai malam
membudaki diri untuk segenggam inspirasi
yang kadang juga tak utuh mengimajinasi
aku teramat setia menungguinya
hingga terabaikan dari mimpi
layaknya embun yang tak pernah menuai gubris
saat terusir mentari pagi

Entahlah...tapi aku telah mencintai malam
dari ujung perjalanan pulangmu
hingga awal fajar
Karena tak ada yang mengajariku mencintai pagi,
mengasihi siang ...
kecuali sedikit rasa sayang untukmu
itupun karena kau akan mengantarku pada malam

Andai ada yang membawa seladang inspirasi
bila bukan lewat malam
Takkan berarti apa-apa untukku
Aku dan malam seperti butir-butir embun dengan beningnya
seperti juga engkau dengan bias jingga
atau seperti pelangi dengan deretan warnanya
Aku hanya penyair gelap yang bisa sedikit mencumbuimu
sebelum rebah dalam dekap malam

Bait-bait ini terlahir dari rahim syukurku
pada kesetiaanmu memberiku teduh
saat muakku pada siang yang mengaltari waktu
kutitipkan gundah yang belum sempat kutamatkan
bawalah itu sejauh mungkin
agar dapat kujemput malam
dengan paras yang tak muram...

Sabtu, 27 Maret 2010

Hanya Lewat Malam

Hanya lewat malam...
kupahami gelisah yang tak biasa kau igaukan
saat mentari gagahi hari dengan cahaya
hingga kepolosan terpaksa kau topengi
agar dirimu tak merasa asing

Hanya lewat malam...
Mimpi menguasai lidah liarmu yang sering berkelit
ketika terang siang memahkotai jagad
sampai mungkin kaupun tak mengenal diri
karena terbenam dalam peran yang terpaksa kau lakoni

Hanya Lewat malam...
aku mengenalmu,
mengerti tentang pedihmu,
mendengar jeritmu yang kian serak
di antara hening yang merambat dalam pertapaanku
bahkan air mata yang tak menetespun
kulihat menggenang dalam batin laramu

Lalu aku hanya bisa terpaku dan iba
tapi tak mampu menyusup rasuki dukamu
karena banyak jiwa sepertimu yang juga tersingkap
hingga malam terasa semakin sunyi menyepi
maka harus kugaduhkan dengan syair-syairku
agar gelap tetap mampu hadirkan indah...

Senin, 01 Maret 2010

Masih Tentang Malam

Masih tentang malam...
aku akan bercerita
padamu yang tak pernah tahu
bahwa rembulan bukan hanya mampu menyinar
tapi memberi tenang pada jiwa yang lelah
oleh bising prasangka dan amarah

Apa kau tak percaya?
rasakan saja purnama
atau sabitnya
tapi jangan lelap sebelum pekat

Masih tentang malam...
akupun akan berkisah
padamu yang masih belum mengerti
tentang gelap yang tak hanya hitam
tapi karenanya terang justru punya arti
seperti gemintang yang elok digulita langitmu

Apa kau tak percaya?
Tatap saja angkasa dengan bugil mata
maka taburan bintang-bintang itu
hadirkan indah untukmu dikelam masa

Masih padamu yang belum juga paham
aku mengabarkan tentang malam
yang tak cuma mampu mencipta sunyi
tapi melimpahkan inspirasi
dalam imaji-imajiku
lalu mekar kelopak-kelopak makna
yang terangkai dari kuncup-kuncup abjadku
hingga wanginya membait di kedalaman sajak ini

Semoga kau tahu
Betapa malam tak sekedar untuk mimpi-mimpimu
tapi juga keterjagaanku...