Aku perempuan,
tapi maaf, aku tak bisa jadi gadismu
aku tak akrab dengan gincu
parasku dibedaki seadanya
rambutku tiada tergerai
hanya berhias kerudung yang lusuh terjulur
sedang tubuhku hanya berbalut gamis kusam
Sungguh, aku tak bisa jadi seperti yang kau mau
aku tak pantas kau banggakan
pada para penganggum kecantikan dunia
aku hanya mampu menjadi aibmu di hadapan mereka
Aku perempuan,
tapi maaf, aku tak bisa jadi gadismu
aku ingin dicintai sekadarnya dan apa adanya
aku ingin dipuja oleh yang lebih memuja-Nya
aku ingin dimiliki oleh yang mau mendekatkanku pada-Nya!
Biarkan aku menjadi rembulan meski hanya untuk mendekam dalam gerhana, izinkan aku menjadi gemnintang meski mendung selalu mengabutiku, atau relakan aku mengabjad sepi meski huruf-hurufku tak dapat terbaca, apapun itu aku hanya ingin tetap menjadi bagian dari malam dan kegelapannya...di sini, di belantara heningku...
Senin, 31 Mei 2010
Sabtu, 29 Mei 2010
Pelangi Tiga Warna 2 ( Balasan Surat Untuk Sahabatku, Aditya Tomawonge )
Telah kubaca, entah berapa kali...
tak lagi kuingat tapi berkali-kali, pasti!
surat yang kau alamatkan untuk namaku
surat yang mengantarku
pada puluhan ribu detik tak terhitung,
waktu yang pernah kita lewatkan!
Pelangi 3 warna...
warnaku, warnamu dan warna...
akh, warna seseorang yang mungkin telah melupakan kita?
yang dulu begitu dekat,
yang wujudnya hadir jadi bayangn kita di depan cermin!
aku ingat sangat jelas
saat kita berdua duduk di sofa itu, suatu malam
kau terdiam, aku membisu
meratapi pamitnya karena merasa kita lukai
aku tahu rasanya, sangat tahu dan benar-benar tahu
kecemburuan tanpa alasan
tapi akupun tak berani salahkan hasratnya padamu
itu hasratnya, dia berhak atas itu
walau semua pilihan ada padamu
Aku ingat sangat jelas
saat kita berdua duduk di sofa itu, suatu malam
aku membisu, kau terdiam
menyesali kepergiaannya karena merasa kita acuhkan
aku mengerti rasamu, sangat mengerti dan benar-benar mengerti
kau terpukul dan itu pantas!
aku dan dia mengajakmu berlayar di laut penuh badai
menuju mimpi yang kan menyata oleh tekad
tapi dia berlalu, sebelum biduk kita mendekap dermaga
hingga kaupun meragukanku bisa bertahan
"aku takkan meninggalkanmu," kataku yakin
dan kita habiskan malam tanpa pejam
sahabat, tak luput pula dalam ingatan ini
Maafmu, kala sempat kuingkari janjiku
janji yang sesaat kuabaikan karena perdebatan yang bukan denganmu
tapi dengan mereka yang sangsi padaku
padahal begitu yakin kau terhadap semua yang akupun tak yakin
tentang mampuku
sahabat, kini kita di kota yang berbeda
aku di sini, kau di sana dan dia di tempat tak berjejak
hilangnya sungguh tak terjamah dalam gelapku
apa kabarnya?
rinduku bahkan tak sanggup datangkan senyumnya
Pelangi tiga warna...
pertalian yang hadir dari proses naturalisasi tanpa syarat
tapi terpatahkan oleh pesona yang dipuja
cinta tak bersambut yang juga hadir karena naturalisasi tanpa syarat
masihkah itu melengkung di langit kota kita, suatu saat?
akankah dia kembali tanpa hasrat yang dulu?
komitmen yang kita tanam dan masih kau pupuk
pastikah menyatukan mimpi dan cita-cita kita lagi?
pelangi tiga warna...
tetaplah pelangi tiga warna karena dia takkan terganti
pelangi tiga warna...
aku rindu pada binar cahayamu,
rindu pada berita tentang seseorang...
apa demikian juga denganmu, sahabatku?
tak lagi kuingat tapi berkali-kali, pasti!
surat yang kau alamatkan untuk namaku
surat yang mengantarku
pada puluhan ribu detik tak terhitung,
waktu yang pernah kita lewatkan!
Pelangi 3 warna...
warnaku, warnamu dan warna...
akh, warna seseorang yang mungkin telah melupakan kita?
yang dulu begitu dekat,
yang wujudnya hadir jadi bayangn kita di depan cermin!
aku ingat sangat jelas
saat kita berdua duduk di sofa itu, suatu malam
kau terdiam, aku membisu
meratapi pamitnya karena merasa kita lukai
aku tahu rasanya, sangat tahu dan benar-benar tahu
kecemburuan tanpa alasan
tapi akupun tak berani salahkan hasratnya padamu
itu hasratnya, dia berhak atas itu
walau semua pilihan ada padamu
Aku ingat sangat jelas
saat kita berdua duduk di sofa itu, suatu malam
aku membisu, kau terdiam
menyesali kepergiaannya karena merasa kita acuhkan
aku mengerti rasamu, sangat mengerti dan benar-benar mengerti
kau terpukul dan itu pantas!
aku dan dia mengajakmu berlayar di laut penuh badai
menuju mimpi yang kan menyata oleh tekad
tapi dia berlalu, sebelum biduk kita mendekap dermaga
hingga kaupun meragukanku bisa bertahan
"aku takkan meninggalkanmu," kataku yakin
dan kita habiskan malam tanpa pejam
sahabat, tak luput pula dalam ingatan ini
Maafmu, kala sempat kuingkari janjiku
janji yang sesaat kuabaikan karena perdebatan yang bukan denganmu
tapi dengan mereka yang sangsi padaku
padahal begitu yakin kau terhadap semua yang akupun tak yakin
tentang mampuku
sahabat, kini kita di kota yang berbeda
aku di sini, kau di sana dan dia di tempat tak berjejak
hilangnya sungguh tak terjamah dalam gelapku
apa kabarnya?
rinduku bahkan tak sanggup datangkan senyumnya
Pelangi tiga warna...
pertalian yang hadir dari proses naturalisasi tanpa syarat
tapi terpatahkan oleh pesona yang dipuja
cinta tak bersambut yang juga hadir karena naturalisasi tanpa syarat
masihkah itu melengkung di langit kota kita, suatu saat?
akankah dia kembali tanpa hasrat yang dulu?
komitmen yang kita tanam dan masih kau pupuk
pastikah menyatukan mimpi dan cita-cita kita lagi?
pelangi tiga warna...
tetaplah pelangi tiga warna karena dia takkan terganti
pelangi tiga warna...
aku rindu pada binar cahayamu,
rindu pada berita tentang seseorang...
apa demikian juga denganmu, sahabatku?
Rabu, 26 Mei 2010
Gelapku Hadirkan TerangMU
Aku takkan berlalu tinggalkan gelap
aku tak mau...
kosong dalam gegap angkuh
berdesak-desakan mencipta peluh
di bawah matahari
menantang terik tapi berbalut kedok
aku takut berdiri di depan cermin
tapi melihat bayangan orang lain
biar saja sosokku hilang dalam kaca berpantul
lebih baik kelam menyekatku dalam hitamnya
biarlah cahaya hanya mendekam di balik rinduku
Aku takkan beranjak dari gelap
aku mau...
penuh dalam hening renung
berdekap-dekapan dalam rintih sesal
sadari diri dari lampiran alpa dan lupa
kedua mataku pasti silau di kilau dunia
tak mampu melihat khilaf yang membungkus hayat
tapi di pekat tua gulita
hatiku jelas menatap tanpa nanar
nista yang sempat selimuti lakuku
Aku takkan bergegas tinggalkan gelap
walau cahaya memberontak dalam inginku
akan kunikmati butir-butir sinar dari celah khusyuku
hingga nanti...
setiap dimensi dari pengharapan sakralku
Kau hujankan dangan nurMu yang abadi
karena yang kumau gelapku hadirkan terangMU
aku tak mau...
kosong dalam gegap angkuh
berdesak-desakan mencipta peluh
di bawah matahari
menantang terik tapi berbalut kedok
aku takut berdiri di depan cermin
tapi melihat bayangan orang lain
biar saja sosokku hilang dalam kaca berpantul
lebih baik kelam menyekatku dalam hitamnya
biarlah cahaya hanya mendekam di balik rinduku
Aku takkan beranjak dari gelap
aku mau...
penuh dalam hening renung
berdekap-dekapan dalam rintih sesal
sadari diri dari lampiran alpa dan lupa
kedua mataku pasti silau di kilau dunia
tak mampu melihat khilaf yang membungkus hayat
tapi di pekat tua gulita
hatiku jelas menatap tanpa nanar
nista yang sempat selimuti lakuku
Aku takkan bergegas tinggalkan gelap
walau cahaya memberontak dalam inginku
akan kunikmati butir-butir sinar dari celah khusyuku
hingga nanti...
setiap dimensi dari pengharapan sakralku
Kau hujankan dangan nurMu yang abadi
karena yang kumau gelapku hadirkan terangMU
Sabtu, 22 Mei 2010
Mimpi Sederhanaku
Aku punya banyak mimpi
mimpi samudra tentang ketenangan tanpa badai
mimpi langit tentang bianglala selepas hujan
mimpi malam tentang pendar penuh purnama
mimpi bumi tentang pijak yang bijak
Aku punya banyak mimpi
mimpi tak terkatakan oleh bising lakon bedebah
mimpi tak tereja dalam catatan pada label kepalsuan
mimpi tak terabjad dari limbah naskah sejarah rekaan
Aku punya mimpi
banyak mimpi dalam satu mimpi sederhanaku
"Tatanan peradaban yang lebih baik untuk Negeriku"
Aku punya mimpi
ada banyak mimpi dalam satu mimpi sederhanaku!!
"PERUBAHAN!!!!"
mimpi samudra tentang ketenangan tanpa badai
mimpi langit tentang bianglala selepas hujan
mimpi malam tentang pendar penuh purnama
mimpi bumi tentang pijak yang bijak
Aku punya banyak mimpi
mimpi tak terkatakan oleh bising lakon bedebah
mimpi tak tereja dalam catatan pada label kepalsuan
mimpi tak terabjad dari limbah naskah sejarah rekaan
Aku punya mimpi
banyak mimpi dalam satu mimpi sederhanaku
"Tatanan peradaban yang lebih baik untuk Negeriku"
Aku punya mimpi
ada banyak mimpi dalam satu mimpi sederhanaku!!
"PERUBAHAN!!!!"
Langganan:
Postingan (Atom)